blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Ngintip ABG Ngentot di Warnet

30/08/2010
Ada2 saja ulah abg mesum ini, warnet kok dijadikan lahan untuk melampiaskan nafsu. Tapi gak apa2 deh coz jadi ada bahan ngintip abg ngewe di warnet yang paling baru yang bisa di download gratis dari ziddu dan rapidshare. engan seperti tidak merasa ada yang ngintip, mereka enak saja ngewe di dalam warnet yang memang lampunya remang remang jadi bisa dengan bebas bergerak layaknya adegan di blue film India dan jepang. Berada di Candid Camera, Video ABG, film bioskop, video dewasa Ngintip Tina Lagi Mastrubasi yuk ? Komunitas Cewek Bugil Video Bokep 3gp Seks dewasa. Video Bule ngentot ABG Video bokep ngewe di panti pijat mesum Ngintip SMU ngentot warnet Size 4 MB ngewe sama tetangga lagi Spy cam Pose Bugil blagi Ngintip tetangga ngewe bugil Make Gadis dot Com ngewe sama Cerita panas ngewe videobf free video anak smp ngentot video ngintip hot terbaru. film hot terbaru ibu ml sama anaknya, abg mesum di pinggir kali. Payudara Tante Maia yang montok dari Banjar Doa Video mesum Amatir model jakarta Artis bugil foto foto indonesia adegan seks artis agnes monica bugil hantu ayu azhari tidak mengandung memek marshanda. Hidden camera di wc umum, Janda nekat main di warnet ABG Pegawai BCA, Tidur gak pake bh dan celana dalam Ngentot Bersama Kekasih di video bokep 3gp yang aku download dari warnet cewek bugil telanjang telanjang bulat ngentot memek dalam kamar hotel. Video Cewek Bugil Memek Ngentot Di Kamar Tidur. Aksi Ngintip Foto Cewek Cantik Sma Smp

Video ngentot mahasiswi ibu kos-kosan gosip seleb foto artis telanjang cewek cewek bugil seksi: cewek mahasiswi ngentot di kos-kosan cewek bugil. Video bugil julia peres download video bugil indonesia for free from rapidshare, hotfile, megaupload etc striptease-mega2 mp4 from rapidshare.com 10 7 mb. Video bokep foto bugil video manohara bugil beredar di internet siapa sih yang gak kenal manohara. Video chika bugil pesona foto bugil chika dan video bugil foto telanjang dan video 3gp chika gadis manis asal bandung masih ada foto telanjang dan video bugilnya menjadi buruan pecinta porno. Bugil hot video video sarah azhari sedang bugil, artis indonesia bugil dan masih gila gilaan “sarah bugil” bugil “artis indonesia bugil” “sandra dewi” “agnes monica”.
Read Full 0 comments

Video Mesum Artis Indonesia Bugil

29/08/2010
Video Mesum Artis Indonesia Bugil sudah tersedia disini, dengan lengkap dan juga tentunya menarik buat anda yang memang mencari video mesum artis indonesia, video bugil artis, video memek dan tentunya Artis Bugil Artis Bugil Indonesia Artis Indonesia Artis Telanjang Berita Bugil Indonesia Cerita Cerita Dewasa Cewek Bugil Cewek Telanjang Facebook Foto Artis Foto Artis Bugil Indonesia Foto Artis Indonesia Foto Bugil Foto Bugil Artis Foto Bugil Artis Indonesia Foto Bugil Sarah Azhari Foto Foto Foto Julia Perez Foto Sarah Azhari Foto Telanjang Gadis Bugil Gadis Telanjang Gambar Bugil Gambar Telanjang Indonesia Artis Indonesia Bugil Indonesia Cewek Indonesia Telanjang Ini Lainnya Luna Maya Nama Ngentot Sarah Azhari Sarah Azhari Bugil Satu Seksi Sex Dewasa Telanjang Bugil Telanjang Bulat Tina Talisa Video 3gp Video Bokep

Foto majalah play boy@yahoo com, Model Majalah Telanjang di Indonesia, sarahazhari majalah playboy, www yahoo com/foto bugil mahasiswa, www yahoo com/foto bugil mahasiswa, cynthiara alona, majalah bugil, www bokep cerita dewasa com, julia perez, mahasiswi bugil gratis, site:17-th com, Model Majalah Telanjang di Indonesia, sarahazhari majalah playboy, www yahoo com/foto bugil mahasiswa, www yahoo com/foto bugil mahasiswa, cynthiara alona, majalah bugil, www bokep cerita dewasa com, julia perez, mahasiswi bugil gratis,
Read Full 0 comments

Download Video Blue Film India

18/06/2010
Download Video BF atau Blue Film Porno dapat anda temukan disini. Beberapa blue film hot yang bertemakan porno atau bokep film dengan beberapa film yang dibintangi seperti para pemeran di video blue film china. Dengan bekal keindahan eksotisme, maka tidak akan mengejutkan jika para artis porno india menjadi pilihan utama para lelaki yang haus untuk mendownload 3gp porno india di internet. Bahkan beberapa penggemar video porno india mengabarkan ada sensasi tersendiri saat melihat film-film dari india.

Sedikit berbeda dari video bokep jepang, mandarin 3gp sevulgar tidak seperti itu. Jika di Jepang banyak adegan perkosaan yang melibatkan kekerasan, film ini lebih lembut mandarin porno aksi. Salah satu contoh film semi-bokep yang bisa sibuk di Indonesia adalah The Girl dari Beijing, dimainkan oleh Amy Yip

Dalam film gadis dari beijing, dia digambarkan seorang gadis naif dari Cina daratan yang mencoba untuk bermigrasi di kota-kota besar. Tetapi dengan pengalaman dan pendidikan minimal, ia telah jatuh ke dalam masalah. Dia diperkosa oleh bos tempat ia bekerja. film ini memiliki beberapa adegan seks yang cukup eksplisit. Dan untuk itu, tampaknya ada juga banyak link mandarin download video porno lainnya di internet. Jadi, download mania cenderung memiliki pekerjaan baru untuk berburu bintang film mandarin nie panas
Read Full 0 comments

Download Video Blue Film China

16/06/2010
Mandarin porn video download options can be found here. Mandarin blue film bokep 3gp with a few stars who can not lose with Sora Aoi action that could be busy in Indonesia. With a clean white, it would not be surprised if the artist mandarin and japanese mainchoice seekers 3gp download on the internet. Sensations that were shown in porn movies are indeed remarkable mandarin

Slightly different from the video bokep japan, 3gp sevulgar mandarin is not like that. If in japan a lot of rape scenes involving violence, the film is more soft porn mandarin in action. One example of semi-bokep film that could be busy in Indonesia was in The Girl from Beijing, played by Amy Yip

In the movie the girl from beijing, he portrayed a naive girl from mainland China who tried to migrate in large cities. But with experience and minimal education, she had fallen into a problem. He was raped by the boss where he works. This movie features several fairly explicit sex scenes. And for that, it seems there are also lots of links other mandarin porn video download on the internet. So, the download mania is likely to have a new job for hunting nie mandarin movie hot stars
Read Full 0 comments

Gairah Seorang Tante Girang | Part 3

07/06/2010
--- PART 3 ---

Bangun setelah tidur siang, jam 7 malam, kudengar sayup2 ramai pembicaraan orang dibawah, malas aku untuk mandi, “nanti aja ah” pikirku. Kubasuh mukaku dan segera menuju ruang bawah, lengkap sudah semua, Tante Mala, dan anak-anaknya. Sang tante tampak sedang berbicara, sedangkan ketiga anaknya nampak cuek, pura2 mendengarkan namun mata tak lepas dari televisi.
Duh, jangan2 mereka sedang dimarahi nih, kalo aku turun kebawah, jangan2 keadaan makin runyam, bisa2 malah aku ikutan disemprot !. ragu aku untuk meneruskan langkah kakiku, niatku adalah berbalik kembali kekamar, namun baru aku menghentikan langkahku, mata tanteku memandang ke atas, memandang ke arah diriku.

“Fan, duh kamu, akhirnya bangun juga...., sini Fan “ Sapa Tanteku dan sambil melambai kearahku, mau tak mau aku bergerak menuruni tangga dan menghampirimya, berdebar hatiku, jangan2 aku disidang nih, gara2 peristiwa melihat penampakan tadi. “Fan, kamu antar Maya yah, dia katanya minta diantar ke toko buku, ada buku yang harus dibeli, karena ada tugas yang harus dikerjakan”, kata Tanteku kemudian. “Mau nyuruh Moza, dia bilang cape, baru pulang, Si Mita sama aja, banyak alesan, lagian si Maya, bukannya dari kemaren2 bilangnya, malah ngedadak gini, tadinya mau sama Tante, tapi kayaknya Tante kurang enak badan nih Fan, kmu mau kan ?” sambungnya lagi. “Iya Tante, boleh” jawabku, dalam hati aku bersyukur, bukan peristiwa tadi yang jadi pokok pembahasan. “Kamu pake mobil aja “ katanya lebih lanjut.

Tanpa mandi, aku segera berangkat mengantar Maya menuju toko buku, mulanya aku hendak mandi dulu, tapi Maya mendesakku supaya segera berangkat, “takut tutup tokonya” katanya, memang disini biasanya mall2 atau toko2 tutup jam 9 malam, dari rumah jam 7 lewat, perjalanan kesana memerlukan waktu satu jam. Masuk akal. Tapi dengan resiko aku tidak mengantarnya masuk, hanya menunggu dimobil, daripada nanti ada cewek ketemu disana terus ke-bau-an ma aku ? gak la yau !. mendingan nunggu di mobil sambil ngudud.

Selama perjalanan pergi, tidak banyak kami berbicara, mungkin karena aku juga masih mengantuk, nyawa belum lengkap sedangkan Maya juga masih Bete, mungkin karena capek ngerayu mama dan kakaknya, keliatan dari mimik mulutnya yang masih manyun.
Keluar dari toko buku jam 9 lewat, udah nunggunya lama, alesannya nyari bukunya susah, trus sempet2nya dia minta mampir ke temennya sebentar buat ngambil fotocopy tugas!, lah.. emang di sekolah ngapain aja neng ? jangan2 cuman cekakak cekikik doang. Sambil lirik2 cowok. Boro2 nyimak pelajaran !.

“Cieeee, barusan cowok kamu ya May ?, bilang aja kangen, mo ketemu, pake pura2 ngambil fotocopy segala !” godaku tatkala dia baru duduk disampingku, “Ih Aa, sapa juga yang punya cowok ?, gak kaleeee” sahutnya sambil mencubit pinggangku, namun kulihat dari raut wajahnya tampak tersenyum malu, “Iya juga gpp kok, gak bakal deh diaduin ma mama” kataku sambil mengedipkan mata. “Cerita-cerita dong ? rahasia dijamin deh”, kataku lagi, “ngambil fotocopy kok lama bener, jangan2 ngapa2in dulu nih di dalem !” godaku sambil ngakak. “Yee... mo tauuu aja deh “ jawabnya sambil memonyongkan mulutnya dan berusaha memalingkan mukanya ke kaca mobil disebelahnya, padahal kulihat gelap keadaan diluar sana, mo liat apaan ?.

“Ah sini coba, Aa periksa badan kamu, biar Aa percaya “, kataku lagi sambil menggamit dagunya yang menghadap jendela, agar berpaling kearahku, “Ih, Aa,,, Apaan sih ? ” katanya sambil berusaha mengelak dari gamitanku.
“Tuh kan.... hayooo” kataku lagi menggodanya. “Tuh, bibirnya kenapa tuh ?, kok kaya yang sariawan ?” sambil menunjuk ke bibirnya. Pancinganku kena, maya mulai memegang bibirnya, dan memeriksanya, aku tertawa sambil melengos menjalankan mobil. “Ich Aa dasar nih... godain aja... “ katanya sambil cemberut dan memukul pundakku.

“May, Aa laper nih, kita cari makanan dulu yuk ?” ajakku kepadanya, memang sedari siang tadi aku belum makan lagi, tak terasa perutku udah membunyikan genderang perang, cacing2 diperutku tampaknya sudah berteriak minta pasokan upeti. Kalo dulu waktu SMA aku memang dikenal dikelompokku atau gengku sebagai jarkem yang artinya “Jarang Keme” alias jarang makan, gengku ada belasan orang, terdiri dari siswa2 berbagai kelas yang membentuk kelompok tersebut tanpa sengaja tentunya. Kalo misalnya ada dari salah satu anak mendapat kabar bahwa dikelasnya ada yang berulang tahun maka artinya semua diundang, padahal kagak.....hehehe..!
Maka berbondong-bondonglah kami kesana, dengan membawa slogan “Pasukan Berani Malu”, dengan harapan adanya perbaikan gizi. Begitu sampai disana tanpa tedeng aling2 biasanya kami langsung bergerak menuju ke tempat dimana tersedianya makanan, walaupun tanpa ada petunjuk panah yang bertuliskan “Konsumsi”, biasanya daya penciuman kami cukup handal. Sampe2 ada beberapa anak yang menjuluki geng kami sebagai GPK, yang artinya Gerakan Pengacau Konsumsi. Ngucapin selamet ultah mah, ntar ajah…

Maya semula menolak ajakanku, katanya takut kemalaman dan nanti gak bisa menyelesaikann tugasnya, tapi akhirnya dia setuju juga karena mungkin gak tega ngeliat Aa-nya yang memasang tampang memelas dan seolah2 mau pingsan. Aku membelokkan mobil menuju suatu daerah tempat dimana terkenal akan pusat jajanan di kota B ini, dan biasanya buka 24 jam. Yang sebelumnya telah disepakati oleh Aku dan Maya. Tempat itu merupakan daerah terbuka, dengan parkir luas, sebetulnya tempat itu lebih tepat merupakan lapangan, dengan kumpulan pedagang2 jajanan kaki lima yang berjejer di tepinya. Dan biasanya ditempat itu pada salah satu sisinya selalu diramaikan dengan adanya panggung yang menyuguhkan aneka musik khas anak muda.

Setelah susah mencari parkir, akhirnya aku dapat juga tempat parkir walaupun agak mojok. Aku turun dari mobil setelah berpesan pada Maya untuk menunggu sebentar, berkeliling sejenak mencari makanan mana yang kira2 cocok untuk perutku malam ini. Setelah memesan makanan akupun kembali menuju tempat dimana mobilku terletak, kulihat Maya duduk di jok sebelah belakang kanan dimobil, akupun menghampirinya dan menyenderkan badanku disebelahnya sambil mataku mengikuti pandangan mata Maya ke arah panggung. Tak lama pedagang makanan yang menunya kupesan pun datang menghampiri kami, tapi ya ampun, sambil garuk2 kepala, aku bilang pada Maya bahwa aku lupa untuk memesan minumannya. “Ya udah, aa makan aja duluan, biar Maya aja yg pesen minuman”, katanya serta beranjak dari mobil dan pergi menuju tempat dimana yang berjualan minuman berada. Aku menggantikan duduk dimana ia semula duduk, Sambil menunggu Maya, aku makan dengan beringasnya (hehe.. laper banget !) sampai makananku habis.
Mungkin sekitar 5 menit setelah selesai makan, Maya yang kutunggu sejak tadi barulah nongol, dengan cengengesan dan pasang muka tak berdosa sebelum kutanya mengapa ia lama, dia sudah menjawabnya dengan berkata “Sorry A lama, tadi ketemu temen Maya disana, jadi ngobrol dulu deh.. “, “Yee,,,, dasar, bukannya balik dulu kesini, Aa seret nih…” kataku sambil bersungut dan mengambil minuman yang disodorkannya. “Sorry A.. sorry…, Aa kan cakep dan baek “, katanya lagi merayu agar aku gak marah. “Ya udah, kamu makan aja dulu, tuh makanannya ntar keburu dingin “. Kataku sambil menunjuk piring yang dibelakangku.

“Ya udah, sini“, katanya lagi. Mulanya aku hendak membalikkan badanku dan mengambilkan Maya makanannya, namun tiba2 dia sudah mendahuluiku dengan mengangsurkan tangannya, melewati celah antara badanku dengan jok bangku depan, meraih piringnya dan mengambilnya. kontan aku memiringkan kepalaku untuk menghindari benturan kepalaku dengan kepalanya, dan hasilnya adalah sikuku menyenggol payudaranya. Empuk pisan….
Seolah tak menyadari hal itu, dan aku juga pura-pura tak sadar akan hal itu, Maya tiba2 mengambil posisi ditengah2 kedua pahaku, “Geseran dikit A, maya juga mo makan sambil nonton” katanya lagi. Dengan reflek aku membuka celah antara kedua pahaku, tanpa dipersilahkan maya mengambil posisi duduk diantara celah kedua pahaku itu. Awww…

Sambil menyuap makanannya, matanya tak mau lepas dari panggung yang menyuguhkan band, matanya sesekali menunduk melihat kearah piring dan kemudian kembali mengarahkannya ke depan, tak peduli dengan keberadaanku. Aku yang semula acuh dengan keberadaannya, malah ia sering kusebut sebagai anak kecil, kolokan atau yang sejenisnya, tapi entah mengapa, mungkin karena posisinya yang duduk mepet denganku sehingga otomatis bokongnya merapat kearah dimana posisi dedeku mengorbit. Posisi tangan kananku adalah memegang botol minuman ringan yang masih tersisa lebih dari setengahnya, sedangkan tangan kiriku yang memang bebas, seolah didorong oleh rasa yang entah darimana datangnya, dan entah sejak kapan, melingkar di pinggang adik sepupuku ini.

Selesai ia makan, aku melepaskan tanganku yang melingkar dipinggangnya dan berpindah ke dengkulnya, hal ini jelas aku maksudkan apabila dia hendak beranjak dari duduknya yg seperti ini, tidak terlihat keinginanku untuk menahannya. Tapi bukannya dia beranjak bangun dia malah menaruh piringnya dibawah kakinya, otomatis membuat dia membungkuk, saat itulah tanganku yang tepat berada diujung pahanya, berada dalam himpitan, antara pahanya dan dadanya, kenyal dan keras.

Duh…hal ini jelas membuat otakku jadi miring, pikiran jadi melayang, membayangkan bagaimana rasanya, melingkarkan tanganku dipinggangnya, memeluknya erat, memasukkan tanganku kedalam kemejanya, menelusup diantara celah kancingnya terus memasuki BHnya, meremas gundukan bukit kembar yang baru memperlihatkan tanda kedewasaannya itu dan menikmati sensasinya untuk beberapa saat…., tak terasa hal ini membuat sesuatu di dalam celanaku menjadi mekar dan keras. namun kubuang jauh2 pikiran itu.


“May, balik yuk ah..,udah malem nih, nanti mama nyariin”, kataku seraya berusaha bangun dan memintanya untuk berdiri. “Yah Aa, lagi nanggung nih, lagunya bagus, sebentar lagi ya A… Sebentaaaar aja…” katanya kepadaku. “Ya udah sebentar lagi ya ? ” kataku menuruti kemauannya dan bergerak kebelakang mobil, bersender di pinggir bagasi belakang yang akhirnya juga mengarahkan badan dan kepalaku ke arah panggung.


“Duh.. lagunya enak, tapi yang nyanyi gak keliatan nih !“ gumamnya entah kepada siapa ditujukan, memang dari posisinya duduk tidak begitu jelas terlihat, penyanyi maupun personel di panggung tersebut. Aku menoleh kepadanya sekilas, nampak iya bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arahku, aku seolah tak perduli dan melihat kembali ke arah panggung yang saat itu diisi oleh seorang penyanyi yang menurutku cukup cantik untuk dilihat.
Maya berdiri tepat didepanku, sebentar menghalangi pandanganku kearah panggung, kemudian dia mundur merapat ke badanku, menyenderkan badannya dibadanku, dengan posisi membelakangiku, memandang kedepan kearah panggung.



Dalam posisi seperti itu, tanganku yang semula berada didada bersidakap, kontan merubah posisi, menjatuhkan lengan kesamping dan membiarkan punggung Maya bersandar bebas didadaku, disusul kemudian dengan pantat Maya yang bersandar tepat didepan kemaluanku.
Naluri kelakianku laksana dibangunkan, sesuatu didalam celanaku yang beberapa menit lalu berusaha untuk diam menetralisir keadaan, berbalik bangkit kembali. Terhenyak aku menikmati sensasi yang datang tiba-tiba, tanpa disadari tanganku yang berada disamping, bergerak untuk menyambut keadaan tersebut, merengkuh badan Maya dengan memeluk mengelilingi pinggangnya.


Sepulang kerja tadi aku memang belum mengganti pakaian kerjaku, jelas pada saat itu aku masih memakai celana panjang katun, yang biasanya aku pakai untuk kerja. Begitu juga dengan Maya, saat itu dia mengenakan kemeja jeans dengan celana pendek jeans ketat pasangannya, pas. Otakku yang pada saat itu mungkin sedang error, atau memang ada sensasi lain, kurasakan kemaluanku seolah tepat berada dibelahan pantatnya, menyeruak mencari penetrasi lebih jauh.
Posisi kami parkir memang pada saat itu berada dipojok, sehingga jarang ada orang lalu lalang dekat kami, didepan kami ada mobil diparkir sejajar dengan mobil kami, nampaknya kosong, mungkin penumpangnya turun semua untuk menyantap hidangan disalah satu tenda makan disitu, apa peduliku.


Dipanggung terdengar jelas sang penyanyi menyanyikan lagu “Eternal Flame”nya The Bangles, yang menambah suasana semakin menjadi, entahlah. Aku semakin terhanyut, pelukanku terhadap Maya semakin kupererat, entah disadari atau tidak, Maya malah merebahkan kepalanya disamping kepalaku, bersandar pada bahuku, membuat jenjang lehernya terbuka, menunduk sedikit saja, bibirku pasti mengenai lehernya.

Pergerakan demikian jelas seolah mengundangku ingin menikmatinya lebih jauh, tanganku yang melilit pinggang dan perutnya, bergerak lebih keatas, punggung lenganku menyentuh bagian bawah payudaranya, tanganku bagaikan papan melintang yang bertugas menyangga sang payudara agar tak terjatuh. Maya seolah tak peduli dengan reaksiku, dia nampak serius menyimak lagu yang dibawakan penyanyi dipanggung itu, aku sendiri semakin tak perduli, pikiranku hanya satu, bagaimana menikmati sensasi ini, hingga terpuaskan.

Pantatku bergoyang seolah turut menikmati lagu yang dibawakan sang penyanyi tersebut, padahal kemaluanku berdenyut keras, mencari sensasi lain yang lebih nikmat, dalam pikiranku seakan Maya ikut menikmati sensasi yang kuberikan, ikut menggoyangkan pantatnya yang bulat dan besar, mundur kebelakang, memberikan lehernya untuk kucium dan mengarahkan tanganku untuk bergerak keatas menyentuh payudaranya yang ranum, semakin membesar dan mengeras serta memintaku untuk meremasnya. Maya seolah mengerti akan keinginanku, diraihnya pantatku dengan lengannya, menariknya dari belakang seolah menyuruhku untuk menempelkannya lebih rapat pada belahan pantatnya.

Entah apa yang dirasakan olehnya, fantasi liar yang mungkin telah kuberikan padanya seolah menghanyutkan dirinya, melirik mataku dengan pandangan sayu, antara menyuruhku terus untuk melanjutkan apa yang telah kumulai atau memintaku berhenti. Suara intermezo MC dipanggung seakan menyadarkanku atas apa yang terjadi, menghela napas yang tertahan, melepaskan semua napsu birahi yang menyengatku. Melepaskan pelukanku terhadapnya.

“May, lagunya sudah habis tuh, kita pulang yuk ?” kataku kepadanya.
Maya yang sepertinya enggan, namun menyadari bahwa hari telah larut, melangkahkan menjauhiku berputar menuju pintu depan kiri mobil, sekilas aku memandang sosok wanita muda bongsor dengan tubuh yang baru mekar ini, membuka pintu dan masuk kedalam mobil. Aku mengikutinya membuka pintu kiri mobil, duduk, menarik napas dalam-dalam dan melepaskannya sekaligus, menyalakan mobil, menekan gas serta mengarahkannya kembali kerumah.

Tak ada percakapan yang terjadi didalam perjalanan kami pulang, aku seolah tak berani memandang gadis ini, segala pikiran berkecamuk dalam otakku, mengharapkan bahwa semua yang baru saja terjadi tidaklah benar2 terjadi, sesekali aku melirik Maya, pandangan matanya menghadap kaca disampingnya melihat kegelapan, sesekali mengikuti arah lampu yang kulewati, seolah2 ingin melupakan apa yang terjadi.

Tiba di depan rumah, pas didepan gerbang, aku hendak menyuruhnya turun untuk membuka pintu gerbang, namun kulihat matanya terpejam. Dengan terpaksa aku turun untuk mendorong pintu gerbang, memasukkan mobil ke garasi, membangunkannya, memberitahukan bahwa telah sampai dirumah.

Maya terbangun, mengucek-ngucek matanya, membuka pintu mobil, terus melangkah gontai menyusuri pintu samping menuju keatas ke kamarnya. Melanjutkan tidur, bukannya ngerjain tugas.

to be continue........
Read Full 0 comments

Gairah Seorang Tante Girang | Part 2

06/06/2010
--- PART II ---

Pagi hari, sudah tampak kesibukan dirumah itu, terbangun aku karena mendengar teriakan2 dari Mita dan Maya, biasa dirumah denger suara burung pagi2, disini malah dengar teriakan orang !, bangun aku dari ranjang, duduk, kulirik jam menunjukkan pukul 6.25, mataku menatap lurus ke arah cermin, “Set dah, jelek banget gw yak ? udah muka kucel, beminyak, rambut awut2an, bau lagi !.bisa2 kalo ketemu cewek2 dibawah, mereka pada melengos, kalo mereka jelek sih masih bisa cuek, kita bisa bales melengos lagi sambil buang dahak, nah ini kan cakep2, bisa makin minder kita.

Jadi inget kalo dirumah, bangun langsung ke dapur, bikin kopi. Sementara antri nungguin kamar mandi kosong, ngopi sambil ngudud sebatang, sukur2 ada singkong goreng atawa pisang goreng, begitu perut udah agak berat en pantat kaya ada yg pengen ngedesek keluar, buru2 masuk kamar mandi. Kalo bangun telat, nyeruput kopi punya babe, terus langsung masuk kamar mandi, pake baju, berangkat sambil ngisep rokok dah.

Selesai mandi dan berpakaian, aku menyiapkan tas dengan isi berkas2 yang sekiranya mungkin nanti diperlukan pada hari pertama kerjaku ini, setidaknya aku harus menimbulkan kesan pertama yang baik. Beberes kamar sekenanya, toh mungkin nanti bi iyem juga akan membereskannya lagi, yang penting gak keliatan berantakan banget.
Aku berjalan menuju lantai bawah, kulihat Bi Iyem sedang berdiri disamping meja makan, sambil memegang piring, dan menaruhnya dimeja (bukan lagi marah2 mo ngelempar piring !, emang bini elo, kalo curiga elo gak pulang semalaman !)

Kulihat Tante Mala sedang duduk dimeja makan, belum mandi tampaknya, masih pake daster yang semalam kulihat, kusapa beliau, “Pagi Tante”, kataku, “Pagi Fandi, kirain kamu belum bangun, baru aja Tante mau menyuruh bi Iyem bangunin kamu, kamu malah sudah rapi”, sahut tanteku. “emangnya kmu masuk jam berapa ?” tanya tanteku. “Masuk jam 8 Tan, cuma saya sekalian pengen ngukur waktu aja, takut telat. Kata Moza sih, waktu kami semalam ngobrol, sekitar setengah jam dari sini Tan, tapi jaga2 aja takut macet” jawabku lagi, “Ya udah, kamu sarapan aja dulu, masih lama kok, belum juga jam 7” kata tanteku lagi sambil menyuruhku duduk disebelahnya.

Sambil menarik kursi, selintas mataku melihat kearah tanteku, duh belum mandi kok cakep banget sih, malah menunjukkan penampilan aslinya. Segar, putih, mulus, jelas terpancar dari wajahnya, namun yang bikin aku ingin menatapnya lama-lama adalah belahan dadanya itu, ampun mak, rasanya pengen nyomot aja, jadi inget kue apem yang dijual mpok Ros di ujung gang rumahku. Cepat2 aku alihkan pandanganku darinya, menatap ke arah meja makan. Daripada nanti si Dede bangun, trus pamitan masih ngejendol gede celana gw, mendingan gw tahan dulu deh.

Begitulah awal cerita aku mengenal keluarga tanteku itu, hari demi hari kulalui, semuanya terasa biasa, kami menjadi semakin akrab. Tante Mala sudah menganggap aku sebagai anaknya, dan anak-anak Tante Mala juga sudah menganggap aku sebagai kakak mereka. Tak terasa 3 bulan sudah berlalu, Om Mirza pun sudah akrab denganku, kadang kami ngobrol soal keluarga, pekerjaan, hobby, dan apapun yang dirasa enak untuk dijadikan bahan pembicaraan.
Beliau serta merta juga memintaku untuk menjaga keluarganya, maklum, kalau beliau sedang pergi untuk urusan bisnis kadang sampai beberapa minggu, dirumah ini hanya akulah laki-laki satu2nya.

Keakrabanku dengan Tante Mala layaknya sebagai anak dan ibu, tak sungkan beliau memintaku untuk menemani dan mengantarnya ke tempat yang dia inginkan, hanya untuk sekedar belanja, atau ke rumah teman beliau, arisan. Begitu pula dengan anak2 mereka, kadang kami ngobrol di ruang keluarga beramai-ramai, saling cekakak-cekikik, saling menggoda satu sama lain. Bisa dibilang keberadaanku dirumah itu juga menambah suasana baru bagi keluarga Tante Mala.

Pekerjaan yang kujalani banyak menuntut waktu dariku, kadang aku pulang larut untuk mengejar deadline pekerjaan klien. Kadang aku juga bisa pulang cepat apabila pekerjaanku telah selesai sebelum deadline. Waktuku lebih banyak dihabiskan di kantor, apabila libur atau weekend, aku lebih sering berada dirumah, sekedar membantu beberes rumah, atau memperbaiki sesuatu yang dirasa lebih baik yang mengerjakannya adalah seorang lelaki.

Hari Jumat, jam 1 siang , aku pulang cepat, siang itu memang terik sekali, panas menerpa, malas rasanya aku mikir untuk mengerjakan tugas yang diberikan kantor, walaupun di ruanganku menggunakan AC sepertinya tidak mampu untuk menghalangi panasnya udara.
Tiba dirumah, kulihat rumah dalam keadaan sepi, kulihat hanya satu mobil terparkir digarasi, mobil tanteku, oh ya perlu diketahui, bahwa dirumah ini mobil semuanya ada 4, satu mobil dipakai Omku, yang memang jarang ada, satu tanteku, satu untuk Moza, satu dipakai Mita, sedangkan Maya karena masih SMP belum dibelikan ayahnya, walaupun tampaknya dia sudah mahir menyetir mobil. Sedangkan aku sendiri ?, ya ngangkotlah !, emang lu kira gw siapa ?.. hehehe.. tau dirilah dikit.

aku masuk lewat pintu samping yang langsung menuju dapur, melewati pintu dapur, sebelah kanan adalah kamar Bi Iyem, pintu kamar tertutup rapat, aku menuju meja makan, menaruh tasku dan membuka tudung saji untuk melihat menu masakan hari ini. Hmm.. enak nih... sahutku dalam hati. Aku kembali melangkah ke dapur, mengambil piring dan minum, begitu berbalik hendak kembali ke meja makan, bi iyem telah berdiri didepanku, “Duh Den, kirain siapa, ngagetin bibi aja den” sahutnya sambil mengelus2 dada, “Kirain bibi kucing atau siapa, kok tumben den udah pulang ?” katanya lagi, “Iya bi, lagi males kerja nih, capek kerja mulu“ sahutku sambil tersenyum padanya. “Ya udah bi, saya makan dulu, bibi lanjutin aja istirahatnya, biar saya sendiri aja” kataku lagi.
Bi iyem mengiyakan, keliatannya dia lelah sekali, maklumlah dirumah ini hanya dia sendiri yang melayani segala kebutuhan majikannya. Sebelum aku melangkah kembali, sempat aku menanyakan kepadanya, kemana orang-orang penghuni rumah ini. “Ibu ada diatas Den, mungkin sedang tidur siang, Non Moza baru berangkat jam 12 tadi ke kampus, Non Mita dan Non Maya belum pulang sekolah den”. Jawabnya.

Biasa deh, si Mita belom pulang, palingan juga dia jalan ma cowok barunya, biasalah anak SMA, kalo gak ke Mall yang nongkrong dirumah salah satu temannya, memang kulihat si Mita akhir2 ini semenjak pacaran dengan cowok barunya, pulang selalu telat, nanti begitu dimarahin ma Mamanya, alesannya ada aja, yang bilang pelajaran tambahanlah, ekskul, belajar bersama, dsb.

Maya lain lagi, dengan badannya yang bongsor itu, ditambah dengan hobinya main basket, alesannya latihan, karena mau ada class-meeting disekolahnya, sekaligus mo ada kejuaraan antar sekolah, dah makin sore aja dia pulangnya, sekarang tuh anak kayaknya lagi kecentilan, pasti dia lagi naksir ma salah satu temen sekolahnya. Hmm, kalo mamanya tau, pasti dia dimarahin abis2an, “belom boleh pacaran kalo belum 17”, kata mamanya.

Selesai makan, aku bermaksud untuk istirahat, lumayan hari masih panjang, mungkin aku bisa tidur sampe sore nanti, sambil membawa tas yang aku taruh dimeja tadi, aku menaiki tangga menuju ruang kamarku diatas. Hendak melewati kamar tante Mala, kulihat pintu kamar terbuka lebar, memang aku tahu, bahwa Tante Mala, apabila Om Mirza tidak ada dirumah, Tanteku selalu tidur dengan pintu kamar terbuka, dan selalu teve dalam keadaan menyala, tidak siang tidak malam, alasannya takut. Dan lagi jika dia tidur, selalu pulas, seolah2 lepas beban, jangankan digoyang2 untuk dibangunkan, apalagi baru sebentar tidurnya, ada gempa bumipun dia belum tentu kebangun, sambil cengengesan si Maya pernah mengomentarinya.

Ya ampun, tertegun aku menatap kedalam kamar tante Mala, kulihat dia tidur dalam keadaan tanpa baju alias bugil, gil, hanya selimut tipis yang menutupi sebagian badannya, memang dirumah ini semua kamar tidak menggunakan AC, ya maklumlah dikota B ini, udaranya cukup dingin sehingga jarang sekali rumah2 penduduk disini menggunakan pendingin ruangan. Apabila dimusim kemarau seperti saat ini, perbedaan suhu antara siang dan malam cukup besar, siang hari udara panas menyengat namun dimalam hari suhu udara sangat dingin dengan angin yang cukup kencang.
Kuketahui dari pembicaraan sebelum berangkat kerja, beliau pagi ini hendak mengikuti senam pagi massal dan dilanjutkan dengan kegiatan sosial bersama ibu-ibu dilingkungan RW sini. Mungkin beliau tadi lelah dan kegerahan, sehingga dengan suhu udara yang cukup panas ini, untuk menyegarkan badan kembali, beliau mandi, mungkin malas memakai baju karena takut gerah kembali, maka beliau memutuskan untuk rebahan dulu, namun kebablasan pules. Celakanya, mungkin ini adalah hari baikku atau memang sedang Tante Mala yang lagi apes, baru sekali ini aku melihat dia dalam keadaan polos, kalo sekedar melihat belahan, selangkangan beliau, mungkin itu adalah santapan harian aku, kadang memang aku suka, malah sering, membayangkan tubuh polos tanteku ini. Dan hari inilah tanpa diduga dan disangka apa yang selama ini hanya berada dalam angan2ku tergambar jelas dimataku.

Entah apa yang ada diotakku saat itu, pemandangan itu membuatku berdebar, didalam hati mungkin ada rasa takut yang menghinggapi, mengajak aku untuk segera pergi dari situ, takut tanteku terbangun dan melihat aku sedang menatapnya dalam kondisi demikian, dan ada rasa lain yang melarang aku untuk pergi, serta menyuruh aku untuk menikmati pemandangan yang jarang aku lihat ini.
Sesuatu didalam celanaku semakin lama semakin membesar dan tegang, berat rasanya kakiku untuk pergi meninggalkan keindahan ini. Tangan kiriku yang sedang memegang tas kerjaku secara reflek mengarahkan tas untuk menutupi dan tangan kananku yang bebas, tanpa diberi komando sepertinya menjadi katalis untuk membantu reaksi kimia yang terjadi, dengan mengelus-elus burungku ini.
Beberapa saat semua ini kubiarkan terjadi, seperti ada keengganan untuk menghentikannya, namun tanpa diduga, kulihat badan Tante Mala bergerak, secara reflek dalam keterkejutanku aku menghindar cepat, supaya aku tidak terlihat olehnya. Bergegas aku menuju kamarku, dengan langkah tanpa suara.

Kututup pintu rapat2, dengan hati berdebar, menunggu apa yang selanjutnya terjadi, semenit... dua menit... tidak ada suara ataupun langkah2 mendekat, aku menghela napas, memikirkan semua yang baru terjadi, hmm, jangan2 Tante Mala tahu aku mengintipnya ? atau dia tidak tahu, badannya bergerak hanya sekedar merubah posisi tidur ?. ada keinginanku untuk segera kembali ke ruangan Tante Mala dan melihat bagaimana situasi terakhir, kalo beliau masih tidur kan aku bisa menikmati keindahan itu lagi ?, tapi kalo beliau sudah bangun dan melihatku dalam kondisi demikian, bisa2 aku malu !. Tapi bagaimana dengan pemandangan indah disana yang aku sia-siakan untuk tidak melihatnya ? makin memikirkannya makin tegang kembali dedeku.

Tanpa diperintah, otakku mulai menerawang jauh, menghayalkan bagaimana aku tiba2 dipanggil oleh Tante Mala, kemudian Tante Mala menyuruhku masuk kekamarnya, menyuruh aku untuk tutup pintu dan menguncinya, kemudian dia menghampiriku yang masih tertegun melihatnya bugil, memelukku, menciumi bibirku bertubi2, membuka kemejaku secara kasar, memeloroti celana dalamku, meremas2 buah zakarku, memegang batang kemaluanku, menciumi serta mengulumnya, kemudian menarikku ke atas ranjang, dan memelas kepadaku untuk segera menyetubuhinya.
Dengan telentang diatas kasur, sambil memegang dan meremas kedua payudaranya yang besar dengan tangan kirinya berganti2, dibukanya pahanya lebar-lebar, memperlihatkan lobang kemaluannya yang begitu indah, dengan diatasnya ditumbuhi hutan yang lebat, meraba dan mengelus2nya dengan tangan kanannya, menatapku dengan pandangan mata sayu dan memintaku dengan sangat untuk memasukkan kemaluanku kedalam vaginanya.
Membayangkan bagaimana kemaluanku keluar masuk kedalam vaginanya, tanganku mulai mengurut, makin lama makin kencang, selang beberapa lama kemudian, aku melepaskan semua hasrat birahiku, memuntahkan lahar panas, demi menuntaskan keinginan yang terpendam.
Lemas.
Read Full 0 comments
 

© Black Newspaper Copyright by Wanita Yang Haus Seks | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks